Tak Ajukan Alih Fungsi Hutan

SAMARINDA – Ternyata bukan hanya Samarinda yang tak mengajukan alih fungsi hutan ke Menteri Kehutanan.  Dua provinsi pun melakukan hal yang sama, yakni Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Samarinda tidak mengajukan alih fungsi hutan, karena memang tidak ada hutan budidaya. Bukan kami  menyia-nyiakan kesempatan, tapi karena memang tidak ada Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Sehingga tak perlu dilakukan alih fungsi dari KBK menjadi KBNK (Kawasan Budidaya Non Kehutanan) yang diusulkan ke Menhut,” ujar kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda Dr Mugni Baharuddin SH MM kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (28/9).

Mugni yang didampingi Kasubid Tata Ruang dan Lingkungan Firdaus Akbar menyebutkan, hal itu diketahuinya dalam pertemuan terkait masalah ini di Bali belum lama ini.

Jadi, menurut Mugni tak ada dasar yang mengharuskan Pemkot Samarinda mengajukan alih fungsi hutan. “Jika memang nanti ada dasarnya, kami akan lakukan revisi. RTRW Samarinda tahun 2005 lalu juga tidak memuat adanya hutan budidaya, yang ada hanya hutan penelitian di Kebun Raya Unmul Samarinda dan hutan kota, serta Ruang Terbuka Hijau (RTH),” imbuhnya.

Apalagi, sebutnya RTRW Samarinda saja belum disahkan karena masih menunggu pengesahan RTRW provinsi.

“Jika memang di RTRW provinsi mengharuskan, maka nanti kita akan ajukan revisinya tahun depan, karena memang sudah ada landasannya,” tutur Mugni lagi.

Begitu pula dengan RTH, yang sudah mencapai 20 persen yang sesuai dengan RTH pada RTRW tahun 2005 lalu. “Untuk RTH 30 persen, nanti disesuaikan dengan RTRW provinsi yang rencananya November ini disahkan,” tandasnya.

RTH adalah bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman, dan vegetasi (endemik, introduksi) guna mendukung manfaat langsung dan/atau tidak langsung yang dihasilkan oleh RTH dalam kota tersebut. Yaitu keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan keindahan wilayah. (hms6)

sumber:

http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=40159

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

KRUS Tetap Pilihan Utama, Dikunjungi 37 Ribu Orang

OBJEK wisata Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) tahun ini kembali menjadi pilihan warga untuk berekreasi Lebaran. Meski ada ‘gempuran’ objek wisata lainnya, terutama objek wisata belanja dengan munculnya Plaza Mulia, faktanya selama libur lebaran ini KRUS dikunjungi lebih 37 ribu pengunjung.

Hingga hari terakhir libur Lebaran pada 23 September, KRUS dikunjungi lebih dari 37.000 orang, baik warga Samarinda, Tenggarong , Muara Badak, Sengata dan Bontang.

”Pada lebaran pertama, tiket yang terjual sekitar 2.000 lembar , kemudian pada lebaran kedua 5.000 tiket,” kata Pengelola KRUS, Syarif Efendi.

Ia menambahkan memasuki hari ketiga, penjualan tiket masih tinggi, yakni sebanyak 14.000 ribu tiket terjual. Sedangkan pada hari ke empat, pengunjung sudah mulai menurun, yakni sekitar 6.000 tiket.

Rata-rata pengunjung yang datang ke KRUS membawa anak-anak yang belum dikenaki tiket. Jadi meski “hanya” 37.000 tiket yang terjual selama empat hari tersebut, jumlah pengunjung lebih dari itu.

Dalam kawasan KRUS, pedagang kaki lima dan pedagang musiman yang menggunakan mobil dan sepeda motor disibukkan  ramainya pembeli. Bahkan pada hari kedua dan ketiga lebaran, banyak pedagang yang pulang lebih cepat karena dagangannya habis lebih awal.

Amin, salah satu penjual sate yang menggunakan sepeda motor, saat lebaran kedua, daganganya telah habis pada pukul 11 siang. Untungnya ia masih punya stok di rumah, sehingga cepat-cepat pulang mengambil stok dan kembali lagi KRUS.

Di hari-hari libur tersebut  lokasi KRUS tampak dipadati pengunjung, sehinga lokasi yang begitu luas terasa sulit berjalan karena sesaknya manusia yang datang dari berbagai daerah.

Menurut salah seorang pengunjung, Nuryakin bahwa KRUS Samarinda sangat strategis dan cocok untuk membawa keluarga rekreasi, karena letaknya tidak jauh dari pusat kota Samarinda. Jadi  tidak banyak mengeluarkan biaya, jika dibanding rekreasi ke pantai Manggar Balikpapan.

”Di KRUS kita dapat memperkenalkan kepada anak mengenai binatang, jenis kayu yang ada di musium, serta barbagai permainan lainnya, yang jelas anak-anak senang dan terhibur,” katanya.

Nuryakin berharap obyek wisata KRUS agar tetap dikelola Pemerintah Kota  dan  ditambah koleksi binatang dan fasiltas penunjang lainnya agar lebih lengkap, terutama untuk hiburan anak-anak.

Dia merasa bangga KRUS sebagai salah satu andalan  wisata yang memiliki daya tarik tersendiri, sehingga membuat pengunjung untuk datang kembali melakukan rekreasi keluarga.  (hms10)

source:

http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=40003

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Koq jadi kampanye?

sesi siang berlanjut seru karena sharing dari manusia kursi (Imam Brotoseno) dan komunitas blogger samarinda di mulai banyak yang di bagi dalam sesi ini seperti jangan pernah menjiplak Blog orang tanpa mencantumkan nama atau blog yang di contoh, karena di dunia Blogger that’s the real Crime!! banyak contoh yang di  ceritakan oleh pembicara dari yang curi2 ide dan tulisan untuk kepentingan dan keuntungan pribadi parahnya sampai ada yang berujung di meja hijau!

Siang terus beranjak dari para pembicara yang di siapkan satu orang yang di tunggu sedari pagi ternyata muncul juga, penampilan yang khas itu kembali terlihat di tengah-tengah peserta PB 09′  ya.. Beliau adalah Bapak Nusyirwan Ismail, sambutan pertama yang beliau ucapkan adalah, beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena sudah selayaknya lah Samarinda sebagai Ibukota Provinsi memiliki masyrarakat yang cerdas dan tidak ketinggalan denagn daerah lain di Indonesia maka dengan adanya PB 09′ ini di harapkan para generasi muda akan dapat bangkit untuk mempromosikan daerah kepada dunia luar, karena kalau bukan kita-kita siapa lagi yang akan peduli? (jempol buat Bapak untuk urusan yang satu ini…)

Diskusi pun di buka, tetapi karena Prolog awal telah menjelaskan bahwa beliau adalah salah satu kandidat  Samarinda 1 maka pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari peserta sudah mengarah ke ranah Pilwali, seperti ” siapakah calon wakil Bapak nanti jika maju menjadi Walikota Samarinda” di iringi tepuk tangan para peserta hmm..  asalkan punya 3 syarat  yang di sepakati maka akan saya gandeng siapapun Dia! begitu jawabnya  selanjutnya  beliaupun tanpa sungkan menjawab semua pertanyaan yang berhubungan dengan rencana PilWali Samarinda.

Sedikit tergelitik ketika “manusia kursi” bertanya kepada Pak Nusyirwan ‘apakah Bapak sudah punya Blog? beliau pun segera menyebutkan alamat Blog yang bisa langsung di lihat oleh peserta PB 09′ dan isinya adalah 10 Program jika beliau menjadi Walikota Samarinda. yaahh.. jadi kampanye Gratis deh pak.. tapi salut dengan perjuangannya. semoga tercapai cita-cita Beliau

boleh juga tuh kalau mau kampanye di group FB ^_^:

samarinda united http://www.facebook.com/group.php?gid=118021540799

Promo jua akhirnya!!

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Blogger’s Samarinda

Jum’at yang sedikit mendung tak menghalangi komunitas Blogger’s samarinda untuk mengikuti Blogshop. antusias luar biasa dari peserta yang kebanyakan masih muda dan energik, samarinda patut berbangga karena masuk menjadi salah satu kota diantara 10 kota di Indonesia yang di singgahi Blogshop kali ini. kegiatan bertajuk Pesta Blogger 2009 berupaya agar masyarakat lebih ‘melek internet’dan membiasakan diri dengan dunia maya yang sedang berkembang pesat saat ini Bertempat di Gedung Bappeda Provinsi Kaltim peserta yang datang sekitar 60an orang ini di luar dugaan karena semula hanya mematok 40an peserta saja.

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar

Hello world!

Selamat datang di dagdigdug.com. Ini merupakan post pertama Anda. Sunting atau hapus artikel ini, dan selanjutnya kami ucapkan selamat ngeblog!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar